# Pemanas Air Tenaga Matahari


  » 2015-02-06 19:18:28


Solar Water Heater
Solar Water Heater (SWH) terdiri dari beberapa inovasi dan teknologi, serta 

menggunakan energi terbarukan yaitu sinar matahari. Berikut merupakan beberapa hal 

yang perlu Anda ketahui mengenai sistem, komponen, dan cara kerja dari Solar Water 

Heater:

 

Dalam sebuah sistem pasti selalu ada komponen primer atau komponen utama. Begitu 

pula dalam unit sistem Solar Water Heater, terdapat dua komponen utama yang 

menunjang kinerja dari sistem tersebut yaitu:

 

1. Kolektor penyerap panas Adalah jumlah luas area yang tersedia untuk menyerap 

energi matahari. Terdapat beberapa jenis kolektor penyerap panas, seperti:

a. Flat Plate Solar Collector System
Kolektor Flat merupakan kotak tertutup yang terisolasi oleh kaca atau plastik 

transparan dengan lempengan konduktor penyerap panas di bagian bawahnya. Kolektor 

ini biasanya dilapisi dengan lapisan untuk menyerap dan meminimalkan kehilangan 

panas. Sistem kerja dari kolektor ini yaitu sinar matahari akan melewati kaca transparan 

pada kolektor dan langsung menuju lempengan konduktor penyerap panas yang 

kemudian mengubah energi matahari yang diterima menjadi energi panas. Selanjutnya 

panas ditransfer ke cairan dalam pipa tembaga yang melekat pada lempengan 

konduktor penyerap panas.

 

b. Evacuated Tube Solar Collector System
Kolektor tabung vacuum terdiri dari tabung kaca yang berongga. Udara antar tabung 

dipompa keluar, sedangkan bagian luar dari tabung dipanaskan, sehingga hal tersebut 

menciptakan ruang hampa udara didalam tabung. Ruang hampa udara adalah isolator 

yang sangat efektif yang membuat air di dalam kolektor tetap terjaga panasnya. 

Kehilangan panas rendah membuat kolektor tabung vacuum paling efisien dari semua 

jenis kolektor pemanas air tenaga matahari. Kolektor tabung vacuum juga dapat bekerja 

dengan baik dalam kondisi berawan sekalipun. Karakteristik inilah yang paling 

menguntungkan pada iklim dingin, atau selama musim hujan, di mana kolektor surya lain 

tidak dapat menghasilkan banyak energi. Bentuk silinder juga memungkinkan kolektor 

untuk menangkap radiasi yang terpantul dari tanah, yang dikenal sebagai “Passive 

tracking effect”. Sistem tabung vacuum bisa menjadi pilihan yang lebih baik ketika ruang 

untuk menempatkan kolektor surya yang terbatas.

 

2. Tangki Penyimpanan
Merupakan tempat untuk menyimpan air yang telah dipanaskan dari kolektor penyerap 

panas. Agar efisien dan efektif, tempat penyimpanan air panas ini dilapisi dengan lapisan 

isolasi yang mencegah agar panas tidak banyak terbuang (Heat Loss). Selain komponen 

primer diatas, terdapat juga dua jenis sistem inlet dan outlet pada Solar Water heater. 

Sistem ini berhubungan dengan kinerja dan proses pendistribusian air ada unit, baik itu 

air panas maupun air dingin. Sistem ini terdiri dari :

 

1. Sistem Aktif (Menggunakan Pompa)
Pemanas air tenaga surya sistem aktif merupakan suatu sistem pemanas air dimana 

memelurkan energi tambahan dari pompa dalam proses pendistribusian air pada unit, 

baik itu air. Hal tersebut menjadikan sistem ini lebih efisien karena output yang dihasilkan 

lebih stabil antara air panas maupun air dinginnya. Untuk Sistem Aktif ini sendiri masih 

dibagi kedalam dua jenis yaitu :

 

a. Indirect Circulation System (Sistem sirkulasi tidak langsung)
Sebuah Sistem Indirect System adalah sebuah sistem yang mempunyai sirkulasi air tidak 

langsung. Dalam sistem Indirect air yang mengalir melalui kolektor yang kemudian 

masuk ke dalam tangki penyimpanan dipisahkan dari air yang akan dipergunakan 

dengan menggunakan kumparan pemanas atau penukar panas (Heat Exchanger). Heat 

Exchanger menstransfer panas dari air yang berada di dalam tangki yang sebelumnya 

telah dipanaskan oleh kolektor menggunakan tenaga matahari. Heat exchanger ini 

biasanya terbuat dari logam seperti tembaga dan stainless steel. Air mengalir melalui 

kolektor kemudian disimpan ke dalam tangki penyimpanan. Air yang telah panas ini 

tidak dipergunakan untuk keperluan rumah tangga, melainkan sebagai media untuk 

memanaskan air yang ada pada heat exchanger. Air yang berada pada heat exchager 

inilah yang nantinya akan dipergunakan. Dengan sistem ini, outlet yang dihasilkan akan 

lebih stabil karena diopearsikan dengan tekanan air (pressure)

 

b. Indirect circulation system (Sistem sirkulasi tidak langsung)
Sebuah sistem indirect adalah sebuah sistem yang mempunyai sirkulasi air tidak 

langsung. Dalam sistem indirect air yang mengalir melalui kolektor yang kemudian masuk 

ke dalam tangki penyimpanan dipisahkan dari air yang akan dipergunakan dengan 

menggunakan kumparan pemanas atau penukar panas (Heat Exchanger). Heat 

Exchanger menstransfer panas dari air yang berada di dalam tangki yang sebelumnya 

telah dipanaskan oleh kolektor menggunakan tenaga matahari. Heat Exchanger ini 

biasanya terbuat dari logam seperti tembaga atau stanless steel. Air mengalir melaui 

kolektor kemudian disimpan di dalam penyimpanan. Air yang telah panas ini tidak 

dipergunakan untuk keperluan rumah tangga, melainkan sebagai media untuk 

memanaskan air yang ada pada Heat Exchanger. Air yang berada pada Heat exchanger 

inilah yang nantinya akan dipergunakan. Dengan sistem ini, outlet yang dihasilkan akan 

lebih stabil karena dioperasikan dengan tekanan air (Pressure)

 

2. Sistem Pasif (Tidak menggunakan pompa atau disebut juga sistem Gravitasi)
Pemanas air tenaga matahari sistem pasif tidak menggunakan energi tambahan dari 

pompa, melainkan bergantung pada proses alam, untuk mengedarkan air. Sistem ini 

dapat diandalkan, tahan lama dan tergolong lebih murah, sistem pemanas air tenaga 

matahari pasif cukup baik dalam proses menyediakan air panas dengan sinar matahari. 

Salah satu contoh sistem pemanas air tenaga matahari pasif adalah system 

thermosyphon. Itulah sekilas gambaran umum mengenai Solar Water Heater, semoga 

bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan pengetahuan bagi para pembaca sekalian.